JAKARTA — Kementerian Kehutanan Republik Indonesia resmi mencanangkan gerakan penanaman serentak di 12 provinsi prioritas sebagai bagian dari upaya rehabilitasi lahan kritis dan penguatan ketahanan air nasional. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 40.000 relawan, aparatur desa, dan kelompok tani hutan di seluruh titik lokasi.

Program ini menyasar daerah aliran sungai prioritas yang selama ini mengalami degradasi akibat alih fungsi lahan dan praktik penebangan tidak lestari. Bibit yang ditanam merupakan kombinasi jenis pohon multiguna, termasuk sengon, alpukat, dan durian, yang dipilih agar memberikan manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan.

Sasaran dan Target Rehabilitasi

Kegiatan penanaman serentak ini ditargetkan mampu merehabilitasi lebih dari 630 ribu hektare lahan kritis sepanjang tahun 2026. Kementerian menegaskan bahwa keberhasilan program bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat, sehingga pendampingan pascatanam menjadi prioritas berikutnya.

Rehabilitasi hutan bukan sekadar menanam, tetapi memastikan pohon itu tumbuh dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta lingkungan.

Selain aspek ekologis, program ini juga dirancang untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat desa hutan melalui skema kemitraan hasil hutan bukan kayu. Petugas penyuluh kehutanan akan mendampingi kelompok tani selama tiga tahun masa pertumbuhan tanaman.

Kelompok relawan menanam bibit pohon di lahan rehabilitasi

Lokasi Prioritas Penanaman

Berikut sebaran lokasi utama gerakan penanaman serentak tahun ini:

  • DAS Citarum Hulu, Jawa Barat
  • DAS Bengawan Solo, Jawa Tengah & Jawa Timur
  • DAS Batanghari, Jambi
  • DAS Kapuas, Kalimantan Barat
  • DAS Jeneberang, Sulawesi Selatan

Rincian Target per Provinsi

Provinsi Luas Target (Ha) Jumlah Bibit
Jawa Barat 85.000 1,2 juta
Jawa Tengah 72.500 980 ribu
Jambi 64.000 860 ribu
Kalimantan Barat 98.000 1,4 juta
Sulawesi Selatan 51.200 720 ribu

Galeri Kegiatan

Bibit pohon siap tanam
Relawan menanam bersama
Lahan rehabilitasi hutan

Tayangan Kegiatan

Kementerian Kehutanan mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah daerah untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan penanaman berikutnya yang akan digelar bertepatan dengan Hari Konservasi Alam Nasional pada awal Agustus mendatang.